Kategori: Gaya Hidup

  • Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

     

    Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.

     

    Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.

     

    “Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.

     

    “Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

     

    “Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    “Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.

     

    Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

  • Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

     

    Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.

     

    Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.

     

    “Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.

     

    “Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

     

    “Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    “Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.

     

    Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

  • Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih

    PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

     

    Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.

     

    Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.

     

    “Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.

     

    “Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.

     

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

     

    “Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    “Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.

     

    Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

  • Polda Metro soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jakarta Aman, Jangan Berasumsi Sendiri

    Polda Metro soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jakarta Aman, Jangan Berasumsi Sendiri

    Kombes Pol Budi HermantoKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

    JAKARTA – Kemunculan pagar besi berukuran tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta belakangan memicu beragam spekulasi di media sosial.

     

     

    Pagar yang dipasang di beberapa titik strategis mal, seperti pintu masuk dan area halaman, dikaitkan dengan isu adanya rencana aksi demonstrasi pada awal Agustus.

    Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan hingga kini belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi unjuk rasa sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan, termasuk informasi yang beredar di berbagai platform media sosial.

    “Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas, sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi yang ada,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

    Meski belum ada pemberitahuan resmi, polisi tetap melakukan langkah antisipatif dengan memonitor dinamika yang berkembang di masyarakat guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

    Budi menegaskan, hasil koordinasi antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menunjukkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) hingga kini masih dalam keadaan aman dan terkendali.

    Ia menambahkan, terciptanya situasi yang kondusif merupakan hasil sinergi berbagai pihak, tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga partisipasi masyarakat.

    “Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tapi berbagai institusi termasuk dari masyarakat,” ujar Budi.

    Sebelumnya, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan menjadi perbincangan warganet setelah beredar dugaan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap rencana demonstrasi yang disebut-sebut akan berlangsung pada Agustus. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang mengaitkan pemasangan pagar tersebut dengan adanya agenda aksi unjuk rasa tertentu.

  • Polda Metro soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jakarta Aman, Jangan Berasumsi Sendiri

    Polda Metro soal Mal Pasang Pagar Tinggi: Jakarta Aman, Jangan Berasumsi Sendiri

    Kombes Pol Budi HermantoKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

    JAKARTA – Kemunculan pagar besi berukuran tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta belakangan memicu beragam spekulasi di media sosial.

     

     

    Pagar yang dipasang di beberapa titik strategis mal, seperti pintu masuk dan area halaman, dikaitkan dengan isu adanya rencana aksi demonstrasi pada awal Agustus.

    Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan hingga kini belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi unjuk rasa sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan, termasuk informasi yang beredar di berbagai platform media sosial.

    “Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas, sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi yang ada,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

    Meski belum ada pemberitahuan resmi, polisi tetap melakukan langkah antisipatif dengan memonitor dinamika yang berkembang di masyarakat guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

    Budi menegaskan, hasil koordinasi antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menunjukkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) hingga kini masih dalam keadaan aman dan terkendali.

    Ia menambahkan, terciptanya situasi yang kondusif merupakan hasil sinergi berbagai pihak, tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga partisipasi masyarakat.

    “Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tapi berbagai institusi termasuk dari masyarakat,” ujar Budi.

    Sebelumnya, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan menjadi perbincangan warganet setelah beredar dugaan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap rencana demonstrasi yang disebut-sebut akan berlangsung pada Agustus. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang mengaitkan pemasangan pagar tersebut dengan adanya agenda aksi unjuk rasa tertentu.

  • Hasil Survei Litbang Kompas Catat Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen

    Hasil Survei Litbang Kompas Catat Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen

    *JAKARTA, 27 JUNI 2026* – Korps Bhayangkara berhasil menorehkan capaian gemilang dalam hal tingkat kepercayaan masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas, tingkat kepercayaan publik terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini melesat hingga mencapai angka 82,4 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 6,2 persen jika dibandingkan dengan survei pada periode tahun 2025 lalu yang berada di angka 76,2 persen.

    Survei berkala yang diselenggarakan Litbang Kompas ini dilakukan sejak 1 April hingga 20 Juni 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 wilayah provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sampel acak berkala dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen serta memiliki *margin of error* yang sangat ketat di kisaran 2,8 persen.

    Selain melesatnya angka kepercayaan, hasil survei juga mencatat indikator kinerja Polri lainnya yang bergerak ke arah positif. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian mengalami kenaikan dari 65,1 persen pada tahun lalu menjadi 67,6 persen. Sementara itu, indikator citra positif institusi Polri di mata publik turut melonjak tajam, dari sebelumnya 64,4 persen kini menembus angka 71,5 persen.

    Capaian positif tersebut mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari pihak Istana Kepresidenan. Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi A., mengungkapkan rasa bangganya atas kinerja transformatif dan konsistensi perbaikan yang terus ditunjukkan oleh seluruh jajaran kepolisian.

    > “Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Hasan Nasbi A. dalam keterangannya, Sabtu (27/06/2026).

    Lebih lanjut, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi mengingatkan bahwa hasil survei yang tinggi ini merupakan sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan komitmen penuh di lapangan. Ia berharap tren positif ini tidak membuat jajaran kepolisian berpuas diri, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat luas.

    > “Saya berharap seluruh jajaran POLRI punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” pungkas Hasan Nasbi.

    Peningkatan kumulatif pada aspek citra positif, kepuasan, dan kepercayaan publik ini menjadi bukti nyata keberhasilan berbagai program reformasi birokrasi, penegakan hukum yang transparan, serta optimalisasi pelayanan publik responsif yang selama ini digenjot oleh Mabes Polri hingga ke tingkat Polsek jajaran. Ke depan, polri berkomitmen untuk terus mempertahankan performa ini demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif secara nasional.